{"id":11610,"date":"2023-08-14T14:11:54","date_gmt":"2023-08-14T07:11:54","guid":{"rendered":"https:\/\/pluginongkoskirim.com\/?p=11610"},"modified":"2023-08-14T14:11:54","modified_gmt":"2023-08-14T07:11:54","slug":"cara-menggunakan-bubble-wrap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pluginongkoskirim.com\/cara-menggunakan-bubble-wrap\/","title":{"rendered":"Cara Menggunakan Bubble Wrap untuk Packing Barang"},"content":{"rendered":"\n

Cara menggunakan bubble wrap untuk mengemas barang dapat dimulai dari pemilihan jenis bubble wrap<\/a> itu sendiri, karena penggunaan yang tepat akan membuat barang di dalamnya aman.<\/p>\n

Setelah memilih jenis bubble wrap yang digunakan, barulah Anda bisa menentukan bahan pelapis luar seperti kardus, plastik pengemas barang, dan penambahan label fragile<\/em> (apabila diperlukan).<\/p>\n

Jika Anda seorang packer<\/em> atau pengemas paket<\/a>, maka wajib menyimak pembahasan yang satu ini!<\/p>\n

Ingin tahu bagaimana cara membungkus paket pakai bubble wrap dengan benar dan tepat? Simak langkah-langkah dan tipsnya dalam artikel ini.<\/p>\n

1. Cara Menggunakan Bubble Wrap untuk Packing Barang<\/strong><\/h2>\n

Cara pakai bubble wrap yang benar dapat Anda mulai dari beberapa langkah berikut:<\/p>\n

1.1. Memilih Jenis Bubble Wrap<\/strong><\/h3>\n

Pemilihan jenis bubble wrap<\/a> sangatlah penting karena akan menentukan tingkat keamanan paket dan keutuhan barang di dalamnya.<\/p>\n

Apabila pemilihan jenis bubble wrap benar, maka barang di dalamnya juga kemungkinan besar tidak akan rusak, pecah, retak, apalagi hilang. Namun jika sebaliknya, maka pembeli atau penerima paket dan penjual juga akan sama-sama dirugikan.<\/p>\n

Misalnya, untuk paket berisi barang elektronik sebaiknya gunakan bubble wrap anti-static karna tahan guncangan dan mampu melindungi barang dari kerusakan elektrostatik.<\/p>\n

Sebaliknya, untuk paket seperti makanan, Anda bisa menggunakan foil bubble wrap agar suhu makanan di dalamnya dapat terjaga dengan baik, sehingga setibanya di tempat customer, kualitas makanan tersebut tidak berubah.<\/p>\n

1.2. Potong Bubble Wrap Secukupnya<\/h3>\n

Cara menggunakan bubble wrap kedua adalah memotong bahan pelindung ini secukupnya menyesuaikan jenis barang yang hendak dikirim.<\/p>\n

Jika Anda membeli satu gulung bubble wrap, maka Anda harus memotongnya terlebih dahulu menjadi lembaran per meter agar mudah dipotong lagi menjadi lebih kecil.<\/p>\n

Untuk barang-barang tidak pecah seperti pakaian, bibit tanaman, dan sebagainya, Anda bisa gunakan bubble wrap dengan satu lapis agar tidak menambah bobot paket.<\/p>\n

Selanjutnya, apabila barang yang dikirim rentan pecah, retak, dan penyok, Anda harus menggunakan bubble wrap berlapis untuk memproteksi paket tersebut.<\/p>\n

1.3. Bungkus Barang dengan Bubble Wrap secara Rapi<\/h3>\n

Setelah dipotong coba bungkus barang pakai bubble wrap dengan benar. Anda bisa memulainya dari sisi yang paling mudah, yakni bagian depan.<\/p>\n

Kemudian ratakan dan lipat pada bagian sudut-sudut barang yang membuat bubble wrap tampak tak rapi. Barulah Anda rekatkan pakai lakban atau solatip sesuai dengan kebutuhan barang.<\/p>\n

Pastikan tidak ada bagian yang sobek atau belum tertutup maupun terlapisi dengan bubble wrap.<\/p>\n

1.4. Pastikan Kemasan Paket sudah Aman<\/h3>\n

Jika barang sudah dibungkus dengan bubble wrap, langkah berikutnya adalah memastikan paket aman. Lihatlah bagian seluruh sisi dari barang tersebut.<\/p>\n

Jika terdapat bagian yang perlu dilapisi bubble wrap lagi, Anda bisa menambahkannya dan bungkus dengan teknik yang sama. Pastikan tidak ada benda atau apa pun yang menempel di bubble wrap bagian luar.<\/p>\n

1.5. Masukkan ke dalam Kemasan Utama<\/h3>\n

Cara menggunakan bubble wrap yang kelima yakni memasukkan paket yang sudah dikemas dengan bubble wrap tadi ke dalam wadah atau kemasan utama. Contoh kardus, plastik, dan pembungkus lain.<\/p>\n

Tujuan penggunaan kemasan utama ini adalah agar barang di dalamnya lebih aman, tidak transparan, dan tentunya mempresentasikan brand dari pengirim. Selain itu, penggunaan kemasan utama juga akan memudahkan kurir dalam membawa paket menuju lokasi penerima.<\/p>\n

Setelah dimasukkan ke dalam kemasan utama, Anda bungkus dengan rapi dan benar. Saat packing<\/em> paket<\/a> gunakan lakban atau solatip yang akan menutup seluruh celah kemasan utama, sehingga barang di dalamnya tidak hilang.<\/p>\n

1.6. Beri Label dan Kirim lewat Jasa Ekspedisi<\/h3>\n

Langkah terakhir setelah membungkus paket pakai kemasan utama adalah menempelkan label pengiriman (identitas lengkap pengirim dan penerima), kemudian tambah stiker Fragile<\/em> atau bahan protektor seperti kayu (khusus barang elektronik berat, perlengkapan rumah tangga, dan sejenisnya).<\/p>\n

Pemberian stiker Fragile<\/em> ini bertujuan agar kurir berhati-hati dalam memperlakukan paket, sehingga barang tetap aman dan tidak akan dilempar sembarangan.<\/p>\n

Barulah jika semua selesai, Anda dapat mengirim paket ke jasa kurir pengiriman paket tercepat dan terbaik<\/a> di dekat lokasi Anda berada.<\/p>\n

Jika cara packing<\/em> barang<\/a> Anda sudah memenuhi standar jasa ekspedisi yang Anda gunakan, nantinya petugas akan menerimanya dan barang siap dikirim.<\/p>\n

Selesai deh!<\/p>\n

\"cara<\/p>\n

2. Tips Memilih Bubble Wrap yang Tepat<\/strong><\/h2>\n

Lalu, bagaimana cara dan tips memilih bubble wrap dengan tepat agar paket selamat sampai tujuan? Coba perhatikan beberapa hal yang kami bahas berikut:<\/p>\n