10 Alasan Beserta Solusi Paling Top untuk Mengurangi Abandoned Order

Nisa 09 Oct 2023 5 Menit 0

Apabila Anda ingin menurunkan tingkat Abandoned Order (keranjang belanja yang ditinggalkan), Anda sebagai pemilik toko online harus memahami alasan mengapa customer melakukan hal itu.

Barilliance telah mengumpulkan 11 alasan paling top penyebab terjadinya Abandoned Order. Berikut ini akan dijabarkan setiap penyebab secara rinci, dan akan diberikan tinjauan singkat tentang cara bagaimana Anda dapat menghilangkan Abandoned Order serta memulihkan penjualan.

Kalau toko online Anda belum memiliki plugin Reminder Pembayaran, Anda bisa mendapatkannya di sini: https://tonjoostudio.com/product/plugin-reminder-pembayaran/

Abandoned Order merupakan sebuah masalah dalam dunia bisnis online. Rata-rata toko eCommerce kehilangan lebih dari 75% penjualannya karena Abandoned Order. Beberapa industri mengalami rata-rata Abandoned Order sebesar 83,6%. Inilah sebabnya Anda perlu memahami mengapa pengunjung website eCommerce Anda meninggalkan keranjang belanjanya. Simak 11 alasan mengapa customer meninggalkan keranjang belanjanya:

 

1. Harus Membuat Akun Pengguna Baru

Pelanggan Anda mengharapkan kenyamanan dalam berbelanja online. Mereka ingin berbelanja dengan cepat dan instan.

22% pembeli meninggalkan keranjang belanjanya dan tidak menyelesaikan pembelian ketika mereka diminta untuk membuat akun pengguna baru (new user account), dan 28% dari semua pembeli mengatakan bahwa hal ini adalah alasan mengapa mereka meninggalkan keranjang belanjanya.

Solusinya??

Jangan paksa customer yang baru pertama kali berbelanja di toko online Anda untuk membuat akun sebelum mereka menyelesaikan order mereka. Tawarkan checkout untuk tamu (guest checkout).

 

2. Hanya Melihat-lihat/Survey

Beberapa keranjang belanja terabaikan (abandoned order) mustahil untuk dihilangkan.

Salah satu kebiasaan online shopper (pembeli online) adalah menggunakan internet untuk mencari atau melihat-lihat beberapa produk di berbagai toko online. Survey ini mereka lakukan untuk mencari tahu tentang harga, kualitas, jasa pengiriman, dan tawaran spesial seperti diskon, cashback, gratis ongkir, dan lain sebagainya.

Seringkali, pelanggan akan menambahkan produk ke keranjang belanjanya untuk memudahkan melihat referensi produk. Tidak jarang pelanggan keluar dari toko online dan bermaksud untuk kembali. Bahkan, banyak yang kembali ke toko online tersebut beberapa kali sebelum melakukan pembelian.

Solusinya??

Tujuan utama kita mengurangi abandoned order adalah untuk memulihkan penjualan yang hilang. Jika Anda tahu pembeli mengevaluasi produk tertentu berdasarkan harga, Anda dapat menampilkan pop-up jaminan kecocokan harga untuk memastikan pelanggan akhirnya membeli dari Anda.

 

Baca juga: Cara Mengganti Email Notifikasi Reminder Pembayaran

 

3. Kekhawatiran tentang Keamanan Pembayaran

Ketika customer mengkhawatirkan tentang keamanan pembayaran, dampaknya sangat besar. Penyebab utama kecurigaan customer adalah cacat desain, tata letak yang ketinggalan zaman, gambar yang hilang, dan alamat website yang tidak memiliki sertifikat SSL.

Solusinya??

Ada banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kepercayaan pembeli terhadap toko online Anda. Cara termudah adalah melalui berbagai bentuk bukti sosial untuk meyakinkan pelanggan bahwa toko online Anda adalah toko yang dapat dipercaya.

Gunakan testimoni dari customer-customer, review/ulasan produk, dan endorsement. Sediakan informasi kontak yang lengkap, seperti nomor telepon atau bahkan foto dan biodata singkat Anda beserta para karyawan Anda.

Seluruh faktor – faktor di atas menggambarkan bahwa Anda mempekerjakan orang sungguhan yang peduli dengan pengalaman mereka dan akan menjaga informasi pribadi mereka.

4. Checkout yang Panjang dan Membingungkan

Checkout yang panjang dan membingungkan dapat membuat customer kesal. Seringkali, pengisian form yang tidak penting malah menyulitkan dan bahkan bisa membingungkan customer. Semua ini berkontribusi menimbulkan pengalaman buruk pada customer, menyebabkan 28% pembeli meninggalkan keranjang belanja mereka.

Solusinya??

Minimalkan elemen formulir yang harus diisi oleh customer. Tanyakan informasi yang diperlukan saja.

Tambahan, efisienkan navigasi website Anda. Mengurangi “jumlah layar” dari awal hingga akhir adalah sebuah cara yang baik untuk menghemat waktu pembeli.

 

5. Tidak Dapat Menemukan Kode Kupon

Beberapa pembeli hanya mengejar promo. Jika mereka tidak dapat menemukan kupon atau kode promosi, mereka akan pergi mencari promo di toko online lain.

Menurut Statista, 8% pembeli mengatakan bahwa ‘tidak dapat menemukan kode kupon’ sebagai alasan utama mereka meninggalkan keranjang belanjanya. Para pemburu promo ini lebih memilih untuk menunggu sampai ada toko online lain yang muncul menawarkan promo yang lebih menarik.

Solusinya??

Praktek terbaiknya adalah dengan memberikan auto-apply coupon atau kupon yang terpasang otomatis saat customer melakukan checkout.

Halaman Selanjutnya
 ...

Pages: 1 2

Bagikan ke:
Diarsipkan di bawah:
Nisa
Ditulis oleh

Nisa

Nisa is a technical and marketing Content Writer at Tonjoo. She was previously writing for a multinational IT company and also a Reporter at her campus magazine. Since High School, she has been writing at her blog and discovered her passion in blogging. When she's not working, she enjoys traveling, reading, cooking, and try new things.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *