11 Alasan Beserta Solusi Paling Top untuk Mengurangi Abandoned Order

Nisa Husnainna 08 Feb 2019 4 Menit 0

Solusinya??

Minimalkan elemen formulir yang harus diisi oleh customer. Tanyakan informasi yang diperlukan saja.

Tambahan, efisienkan navigasi website Anda. Mengurangi “jumlah layar” dari awal hingga akhir adalah sebuah cara yang baik untuk menghemat waktu pembeli.

 

6. Tidak Dapat Menemukan Kode Kupon

Beberapa pembeli hanya mengejar promo. Jika mereka tidak dapat menemukan kupon atau kode promosi, mereka akan pergi mencari promo di toko online lain.

Menurut Statista, 8% pembeli mengatakan bahwa ‘tidak dapat menemukan kode kupon’ sebagai alasan utama mereka meninggalkan keranjang belanjanya. Para pemburu promo ini lebih memilih untuk menunggu sampai ada toko online lain yang muncul menawarkan promo yang lebih menarik.

Solusinya??

Praktek terbaiknya adalah dengan memberikan auto-apply coupon atau kupon yang terpasang otomatis saat customer melakukan checkout.

 

7. Tidak Tersedia Pengiriman Kilat

Mungkin Anda belum menyadari bahwa pembeli sangat memerhatikan masalah pengiriman. Tidak hanya biaya ongkos kirim yang menjadi alasan utama ditinggalkannya keranjang belanja, namun kecepatan pengiriman juga merupakan ancaman signifikan pembeli meninggalkan keranjang belanja.

Apabila toko online Anda tidak dapat mengirimkan produk tepat waktu, pembeli terpaksa meninggalkan keranjang belanja mereka.

Solusinya??

Faktanya di lapangan adalah pembeli rela mengeluarkan uang lebih banyak. Jadi apabila Anda perlu mengenakan biaya lebih untuk pengiriman kilat, hal ini tidak masalah. Pembeli lebih bersedia mengeluarkan biaya untuk pengiriman kilat daripada harus menunggu lama. Anda akan mendapat keuntungan besar jika menyediakan opsi ini.

 

8. Website Mengalami Error/Kerusakan

Bagaimanapun juga, website error merupakan masalah yang tidak boleh diabaikan. Website down, sering terjadi crash, dan loading yang lama merupakan penghalang utama untuk menyelesaikan pembelian dan menyebabkan pembeli merasa tidak aman terhadap website tersebut.

Solusinya??

Fokus pada customer experience (pengalaman pelanggan) merupakan hal terpenting. Pastikan Anda secara rutin membuka website Anda, dari halaman utama (Home) sampai ke halaman checkout. Pastikan juga website Anda masih up to date dan tidak ada masalah.

 

9. Kebijakan Return (Pengembalian Barang) Tidak Memuaskan

66% pembeli mengatakan bahwa mereka akan lebih memilih toko online yang menyediakan kebijakan return atau refund yang baik. Sayangnya, banyak toko online yang membatasi return dan refund.

Solusinya??

Pastikan Anda dapat melacak jumlah pengembalian (return) dan biaya yang dikeluarkan.

Kemudian, mulailah menawarkan pengiriman gratis selama 30 hari. Jalankan tes ini selama satu atau dua bulan dan lihat peningkatan apa yang terjadi. Bandingkan ini dengan biaya tambahan dari kebijakan semacam itu, dan lihat apakah pengembalian 30 hari gratis adalah strategi yang menguntungkan bagi Anda.

 

10. Kartu Kredit Ditolak

Pembeli yang kartu kreditnya ditolak biasanya langsung mundur (meninggalkan keranjang belanjanya) kecuali jika ia memang benar-benar sangat menginginkan barang tersebut.

 

11. Kurangnya Pelayanan Customer Support (CS)

Terakhir, kurangnya pelayanan dari CS atau admin suatu toko online ternyata juga menaikkan tingkat keranjang belanja terabaikan (abandoned order).

Solusinya??

Bagaimana Anda bisa menyediakan dukungan lebih dalam pengalaman belanja customer? Jika Anda tidak menawarkan live chat, coba tawarkan dukungan dalam bentuk lain. Misalnya seperti gratis ongkir sebulan atau lain sebagainya. Lalu ukur peningkatan penjualan.

 

 

Baca juga: 7 Email Reminder Pembayaran yang Terbukti Meningkatkan Penghasilan

 

 

Referensi: barilliance.com

Pages: 1 2Lihat Semua

Bagikan ke:
Nisa Husnainna
Ditulis oleh

Nisa Husnainna

Nisa is a technical and marketing Content Writer at Tonjoo. She was previously writing for a multinational IT company and also a Reporter at her campus magazine. Since High School, she has been writing at her blog and discovered her passion in blogging. When she's not working, she enjoys traveling, reading, cooking, and try new things.

Leave a Reply

Your email address will not be published.