ADVERTISEMENT

11 Alasan Beserta Solusi Paling Top untuk Mengurangi Abandoned Order

Posted on 8 Feb 2019 By Nisa Husnainna
ADVERTISEMENT

Apabila Anda ingin menurunkan tingkat Abandoned Order (keranjang belanja yang ditinggalkan), Anda sebagai pemilik toko online harus memahami alasan mengapa customer melakukan hal itu.

Barilliance telah mengumpulkan 11 alasan paling top penyebab terjadinya Abandoned Order. Berikut ini akan dijabarkan setiap penyebab secara rinci, dan akan diberikan tinjauan singkat tentang cara bagaimana Anda dapat menghilangkan Abandoned Order serta memulihkan penjualan.

Kalau toko online Anda belum memiliki plugin Reminder Pembayaran, Anda bisa mendapatkannya di sini: https://tonjoostudio.com/product/plugin-reminder-pembayaran/

ADVERTISEMENT

Abandoned Order merupakan sebuah masalah dalam dunia bisnis online. Rata-rata toko eCommerce kehilangan lebih dari 75% penjualannya karena Abandoned Order. Beberapa industri mengalami rata-rata Abandoned Order sebesar 83,6%. Inilah sebabnya Anda perlu memahami mengapa pengunjung website eCommerce Anda meninggalkan keranjang belanjanya. Simak 11 alasan mengapa customer meninggalkan keranjang belanjanya:

 

1. Biaya Ongkos Kirim Tidak Terduga

Biaya-biaya tambahan yang jumlahnya kecil namun terakumulasi menjadi besar di akhir, adalah alasan utama pengunjung Anda pergi tanpa membeli, bahkan menduduki peringkat pertama dari 11 penyebab Abandoned Order.

25% customer menyebutkan secara spesifik biaya pengiriman adalah alasan utama yang menggugurkan niat mereka untuk membeli.

ADVERTISEMENT

Bagaimanapun juga, pembeli tetap harus menyadari bahwa terdapat biaya-biaya tersembunyi seperti pajak atau biaya item-item lainnya.

Solusinya??

Tunjukkan keseluruhan biayanya. Pembeli sangat menghargai transparansi dan hal ini cukup krusial untuk kesuksesan sebuah toko online.

Cara terbaik untuk menangani hal ini adalah dengan menampilkan seluruh biaya sejak awal.

 

2. Harus Membuat Akun Pengguna Baru

Pelanggan Anda mengharapkan kenyamanan dalam berbelanja online. Mereka ingin berbelanja dengan cepat dan instan.

ADVERTISEMENT

22% pembeli meninggalkan keranjang belanjanya dan tidak menyelesaikan pembelian ketika mereka diminta untuk membuat akun pengguna baru (new user account), dan 28% dari semua pembeli mengatakan bahwa hal ini adalah alasan mengapa mereka meninggalkan keranjang belanjanya.

Solusinya??

Jangan paksa customer yang baru pertama kali berbelanja di toko online Anda untuk membuat akun sebelum mereka menyelesaikan order mereka. Tawarkan checkout untuk tamu (guest checkout).

 

3. Hanya Melihat-lihat/Survey

Beberapa keranjang belanja terabaikan (abandoned order) mustahil untuk dihilangkan.

Salah satu kebiasaan online shopper (pembeli online) adalah menggunakan internet untuk mencari atau melihat-lihat beberapa produk di berbagai toko online. Survey ini mereka lakukan untuk mencari tahu tentang harga, kualitas, jasa pengiriman, dan tawaran spesial seperti diskon, cashback, gratis ongkir, dan lain sebagainya.

ADVERTISEMENT

Seringkali, pelanggan akan menambahkan produk ke keranjang belanjanya untuk memudahkan melihat referensi produk. Tidak jarang pelanggan keluar dari toko online dan bermaksud untuk kembali. Bahkan, banyak yang kembali ke toko online tersebut beberapa kali sebelum melakukan pembelian.

Solusinya??

Tujuan utama kita mengurangi abandoned order adalah untuk memulihkan penjualan yang hilang. Jika Anda tahu pembeli mengevaluasi produk tertentu berdasarkan harga, Anda dapat menampilkan pop-up jaminan kecocokan harga untuk memastikan pelanggan akhirnya membeli dari Anda.

 

Baca juga: Cara Mengganti Email Notifikasi Reminder Pembayaran

 

4. Kekhawatiran tentang Keamanan Pembayaran

Ketika customer mengkhawatirkan tentang keamanan pembayaran, dampaknya sangat besar. Penyebab utama kecurigaan customer adalah cacat desain, tata letak yang ketinggalan zaman, gambar yang hilang, dan alamat website yang tidak memiliki sertifikat SSL.

Solusinya??

Ada banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kepercayaan pembeli terhadap toko online Anda. Cara termudah adalah melalui berbagai bentuk bukti sosial untuk meyakinkan pelanggan bahwa toko online Anda adalah toko yang dapat dipercaya.

Gunakan testimoni dari customer-customer, review/ulasan produk, dan endorsement. Sediakan informasi kontak yang lengkap, seperti nomor telepon atau bahkan foto dan biodata singkat Anda beserta para karyawan Anda.

Seluruh faktor – faktor di atas menggambarkan bahwa Anda mempekerjakan orang sungguhan yang peduli dengan pengalaman mereka dan akan menjaga informasi pribadi mereka.

5. Checkout yang Panjang dan Membingungkan

Checkout yang panjang dan membingungkan dapat membuat customer kesal. Seringkali, pengisian form yang tidak penting malah menyulitkan dan bahkan bisa membingungkan customer. Semua ini berkontribusi menimbulkan pengalaman buruk pada customer, menyebabkan 28% pembeli meninggalkan keranjang belanja mereka.

Laman: 1 2 3

Author
WRITTEN BY

Nisa Husnainna

Nisa is a technical and marketing Content Writer at Tonjoo. She was previously writing for a multinational IT company and also a Reporter at her campus magazine. Since High School, she has been writing at her blog and discovered her passion in blogging. When she's not working, she enjoys traveling, reading, cooking, and try new things.
ADVERTISEMENT

Related Post

Apa Itu Backlink? Cara Mendapatkan Backlink Berkualitas Untuk Website

3 Jun 2021 BY Aorinka Anendya

Mungkin diantara kamu sudah mengerti apa itu baclink tapi bagaimana cara mendapatkan backlink berkualitas? Istilah backlink pastinya sudah tidak asing lagi di telinga para Blogger, Content Writer, maupun pakar SEO. …

Berapa Lama Pengiriman Barang dari China ke Indonesia dengan Berbagai Cara

30 Mei 2022 BY Mufid Hanif

Ketika membeli sesuatu dari luar negeri, seperti dari China, kita sering bertanya-tanya, berapa lama pengiriman barang dari China ke Indonesia. Sekarang, pembelian dari luar negeri semakin dimudahkan seiring dengan ramainya …

Cara Mengajukan Refund di Toko Online

7 Mar 2019 BY Nisa Husnainna

Table of Contents Cara Mengajukan Refund – Beberapa customer terkadang menginginkan adanya refund apabila barang yang mereka terima tidak sesuai. Refund yang diberikan dapat berupa barang, uang, ataupun hal lainnya. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *