Apa itu Warehouse? Fungsi, Pekerjaan, serta Jenisnya

Nasikhun A. 16 May 2023 5 Menit 0

Bagi kamu yang berkutat dengan bisnis produksi atau ekspedisi, mungkin ada yang paham tentang apa itu warehouse, fungsinya, hingga jenis-jenisnya.

Warehouse merupakan bagian penting dalam bisnis produk hingga logistik, karena berperan mulai dari penyimpanan barang, proses produksi, bahkan hingga distribusi barang.

Lantas, apa yang dimaksud dengan warehouse? Apakah bedanya dengan gudang? Berikut penjelasan lengkap, fungsi, pekerjaan sampai jenis-jenis warehouse yang perlu kamu pahami.

Apa itu Warehouse?

Apa itu warehouse

Bagi yang belum memahami apa yang dimaksud dengan warehouse, secara sederhana, warehouse adalah bangunan yang digunakan untuk menyimpan barang. Yup, sesederhana itu!

Jadi, dapat dikatakan bahwa tidak ada perbedaan antara warehouse dengan gudang, karena keduanya adalah sama. Hanya saja, warehouse sering digunakan dalam konteks bisnis internasional.

Dari segi fungsi dan konsepnya, tidak ada perbedaan yang signifikan antara warehouse dengan gudang. Baik warehouse maupun gudang memiliki peralatan dan sistem manajemen persediaan.

Namun, dalam pembahasan ini, warehouse yang kita bahas berkaitan dengan bisnis. Bukan warehouse atau gudang pribadi seperti yang mungkin terdapat pada rumah-rumah.

Dalam bisnis, warehouse umumnya merujuk ke penyimpanan barang dengan kapasitas besar, dan bertujuan untuk mengelola persediaan barang dalam rantai pasok atau supply chain.

Oleh karena warehouse digunakan untuk mendukung kelancaran bisnis, tentu kelengkapannya pun berebda dengan gudang yang ada di rumah atau gudang biasa.

Warehouse sering kali dilengkapi dengan sistem pengaturan persediaan, sistem pemantauan, sistem manajemen logistik, hingga peralatan penyimpanan yang memadai untuk kebutuhan bisnis.

Ada beberapa fungsi utama dari warehouse dalam ranah bisnis, mulai dari fungsi penyimpanan, fungsi distribusi, hingga fungsi penyortiran dan pengemasan.

Fungsi Warehouse dalam Bisnis

Fungsi warehouse

Fungsi utama warehouse adalah untuk menghubungkan antara pemasok atau pabrik dengan distributor, pengecer, dan konsumen. Namun, secara lebih detail, warehouse memiliki fungsi yang beragam.

1.Sebagai Penyimpanan Barang

Fungsi utama gudang adalah sebagai tempat penyimpanan barang atau fasilitas logistik. Gudang menyediakan ruang yang aman dan terorganisir untuk menyimpan barang dalam jumlah besar.

Tujuannya adalah untuk menjaga ketersediaan barang, menghindari kerugian akibat kerusakan atau kehilangan, dan mempermudah pengelolaan persediaan.

2. Sebagai Pengaman Barang

Gudang juga berperan dalam menjaga keamanan barang. Gudang dilengkapi dengan sistem keamanan seperti pengawasan CCTV, alarm, dan kontrol akses untuk mencegah pencurian atau kerusakan barang.

Hal ini memastikan bahwa barang yang disimpan dalam gudang tetap aman dan terjaga keutuhannya.

3. Sebagai Tempat Packing

Gudang seringkali berfungsi sebagai tempat packing atau pengemasan barang. Di dalam gudang, proses packing dilakukan untuk mempersiapkan barang sebelum dikirim ke pelanggan atau lokasi tujuan lainnya.

Ini mencakup aktivitas seperti pemilihan barang, pengemasan yang tepat, dan pemberian label atau tanda pengenal pada paket.

4. Sebagai Tempat Stok Barang

Gudang juga berfungsi sebagai tempat stok barang yang siap untuk dipasok ke pasar atau pelanggan. Dalam gudang, stok barang diatur dan dikelola dengan baik untuk memenuhi permintaan pasar dengan cepat.

Gudang bertindak sebagai buffer antara produksi atau pemasok dengan permintaan pelanggan, sehingga dapat memastikan ketersediaan barang yang cukup.

5. Sebagai Tempat Distribusi

Gudang dapat berfungsi sebagai pusat distribusi yang mengatur aliran barang dari berbagai sumber ke berbagai tujuan dengan efisiensi tinggi.

6. Sebagai Tempat Pengolahan atau Produksi

Beberapa gudang dilengkapi dengan fasilitas untuk pengolahan atau produksi barang tertentu, seperti pabrik kecil atau fasilitas manufaktur.

7. Sebagai Tempat Pengembalian

Gudang dapat digunakan untuk mengelola proses pengembalian barang atau reverse logistics, di mana barang dikembalikan ke gudang dan dikelola untuk diolah kembali, dikirim ulang, atau diproses sesuai dengan kebijakan perusahaan.

oleh karena itu, dibutuhkan warehouse staff atau pekerja staff warehouse. Lantas, apa saja jabatan warehouse staff? Seperti apa pekerjaannya?

Warehouse Staff dan Pekerjaannya

Warehouse staff

Warehouse staff adalah staff yang bertugas di gudang dan bertanggung jawab untuk melaksanakan berbagai tugas operasional yang terkait dengan penyimpanan, pengelolaan persediaan, hingga distribusi barang.

Lantas, pekerjaan warehouse itu seperti apa? Apa saja tanggung jawabnya? Berikut jenis-jenis posisi pekerjaan yang berkaitan dengan warehouse atau gudang:

Warehouse staff

1.Warehouse Operator

Bertanggung jawab untuk menerima, menyimpan, mengambil, dan memindahkan barang sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, serta memastikan barang tersedia secara akurat dan dalam kondisi yang baik.

2. Forklift Operator

Mengoperasikan forklift atau peralatan pengangkat lainnya untuk memindahkan barang dengan aman dan efisien di dalam gudang. Memiliki keahlian dalam pengendalian forklift dan pemahaman tentang prinsip-prinsip keselamatan kerja.

3. Quality Control Inspector

Melakukan pemeriksaan kualitas barang yang masuk dan keluar dari gudang. Memastikan barang sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan dan mengidentifikasi barang yang rusak atau cacat.

4. Inventory Clerk

Bertanggung jawab untuk mengelola dan memantau persediaan barang di gudang. Melakukan pencatatan, penghitungan, dan pembaruan data inventaris. Sehingga inventory clerk harus paham contoh surat jalan pengiriman barang dan berbagai surat lainnya.

5. Warehouse Supervisor

Memimpin dan mengawasi aktivitas operasional gudang. Bertanggung jawab untuk mengatur jadwal kerja, memastikan kepatuhan terhadap prosedur operasional, melatih staf gudang, dan memastikan pencapaian target produktivitas dan efisiensi.

Jenis-Jenis Warehouse

Jenis-jenis warehouse

Secara garis besar, jenis-jenis gudang atau warehouse dapat dibagi menjadi 8 kategori, mulai dari warehouse distribusi, transit, pendingin, hingga warehouse sale. Berikut penjelasan lengkapnya!

1.Warehouse Distribusi

Warehouse distribusi adalah gudang yang berfungsi sebagai pusat distribusi barang ke berbagai lokasi tujuan. Barang yang tiba di warehouse distribusi diolah, disimpan, dan didistribusikan kembali sesuai permintaan.

Jenis warehouse distribusi biasanya dilengkapi pengelolaan persediaan yang canggih, pemrosesan pesanan yang efisien, dan pengiriman yang tepat waktu.

Warehouse distribusi seringkali berkaitan erat dengan industri ritel, e-commerce, dan distribusi barang konsumen. Contohnya seperti official store Tokopedia, Star Seller Shopee, dan yang semisal.

2.Warehouse Transit

Warehouse transit adalah gudang yang digunakan sebagai tempat penyimpanan sementara atau transit paket bagi barang-barang yang sedang dalam perjalanan dari sumber ke tujuan akhir.

Gudang ini memfasilitasi transfer barang antara moda transportasi, seperti dari truk ke kapal atau dari kapal ke truk. Sehingga, warehouse transit seringkali memiliki lokasi yang strategis, fasilitas pengamanan, dan kemampuan untuk melakukan transfer barang dengan cepat.

Warehouse transit umumnya terkait dengan industri transportasi dan logistik, seperti NCS, kurir Paxel, JNE Trucking, dan berbagai jasa ekspedisi pengiriman barang lainnya.

3.Warehouse Pendingin

Warehouse pendingin dilengkapi dengan sistem pengaturan suhu yang terkontrol untuk menyimpan barang yang membutuhkan suhu rendah atau tertentu, seperti makanan segar, produk farmasi, atau bahan kimia sensitif.

Karakteristiknya termasuk ruang penyimpanan berpendingin, kontrol suhu yang akurat, dan perlengkapan pengamanan khusus. Jenis industri yang berkaitan adalah industri makanan dan minuman, farmasi, dan kimia.

4. Warehouse Pabean

Warehouse pabean adalah gudang yang digunakan untuk penyimpanan barang impor sebelum melalui proses pabean dan pemeriksaan oleh otoritas bea cukai.

Nama lain dari warehouse pabean dalah bounded warehouse atau gudang berikat. Gudang ini memastikan kepatuhan terhadap peraturan dan prosedur pabean sebelum barang dikeluarkan ke pasar domestik.

Karakteristiknya meliputi fasilitas pengamanan tinggi, sistem pemantauan, dan ketersediaan fasilitas pengawasan bea cukai. Warehouse pabean terkait erat dengan industri impor dan ekspor, seperti door to door dalam pengiriman.

5. Warehouse Terbuka

Warehouse terbuka adalah gudang yang tidak memiliki struktur atap atau dinding permanen. Gudang ini biasanya digunakan untuk penyimpanan sementara atau barang yang tidak membutuhkan perlindungan yang ketat terhadap cuaca.

Karakteristiknya meliputi ruang yang luas, aksesibilitas yang baik, dan kecepatan dalam pemindahan barang. Warehouse terbuka seringkali terkait dengan industri konstruksi, logistik proyek, atau penyimpanan bahan mentah.

6. Warehouse Logistik

Warehouse logistik adalah gudang yang didesain dan dioperasikan dengan fokus pada kegiatan logistik. Tujuannya adalah untuk mendukung aliran barang dan informasi dalam rantai pasok dengan efisiensi tinggi.

Jenis warehouse ini memiliki sistem pengelolaan persediaan yang canggih, teknologi otomatisasi, dan integrasi dengan sistem transportasi. Warehouse logistik terkait dengan berbagai jenis industri, terutama dalam sektor logistik dan supply chain management.

7. Warehouse Otomatis

Warehouse otomatis adalah gudang yang menggunakan sistem otomatisasi dan robotika untuk mengelola persediaan, pemindahan barang, dan pemrosesan pesanan.

Karakteristiknya meliputi penggunaan teknologi seperti sistem penyimpanan otomatis, conveyor, robot, dan sistem manajemen informasi terintegrasi.

Jenis warehouse ini biasanya juga dilengkapi dengan platform gudang online. Warehouse otomatis umumnya terkait dengan industri logistik, distribusi, dan e-commerce. Jika kamu membutuhkannya, baca juga cara memilih gudang online.

8. Warehouse Sale

Warehouse sale adalah gudang yang digunakan untuk menjual barang secara langsung kepada pelanggan dengan harga diskon atau grosir. Gudang ini berfungsi sebagai tempat penjualan dengan stok yang besar dan beragam.

Karakteristiknya meliputi fasilitas penjualan, sistem inventarisasi, dan kegiatan promosi. Warehouse sale seringkali terkait dengan industri ritel, grosir, atau e-commerce dengan model bisnis outlet atau penjualan langsung.

Sudah Paham Apa itu Warehouse?

Itulah penjelasan tentang apa itu warehouse, fungsi warehouse, beberapa jenis warehouse dan jenis pekerjaan yang berkaitan dengan warehouse.

Terutama bagi kamu yang mencoba mengembangkan ide bisnis perlengkapan olah raga, fashion, atau produk apapun, tentu perlu memahami seluk beluk warehouse.

Akhir kata, apabila ada masukan, kritik konstruktif atau saran apapun, kamu dapat menyampaikannya melalui email kami di contact@tonjoo.com atau kolom komentar di bawah. Feedback dari kamu sangat berarti untuk kami 🙂

Semoga bermanfaat.

Cek ongkos kirim


Baca juga artikel menarik di Plugin Ongkos Kirim yang terkait dengan Bisnis, Info Ekspedisi, atau artikel lainnya dari Moch. Nasikhun Amin. Jangan lupa follow Instagram Plugin Ongkos Kirim juga. Untuk informasi lebih lanjut atau kebutuhan lainnya, kamu bisa menghubungi kami melalui admin@pluginongkoskirim.com.


Referensi:

  • 7 Types of Warehouses: Which Is Best For Your Business? – https://www.shiprocket.in/blog/different-types-of-warehouses/
  • Warehouse dalam Perspektif Supply Chain (Bagian 2 dari 2 tulisan) – https://supplychainindonesia.com/warehouse-dalam-perspektif-supply-chain-bagian-2-dari-2-tulisan/
Bagikan ke:
Diarsipkan di bawah:
Nasikhun A.
Ditulis oleh

Nasikhun A.

Moch. Nasikhun Amin is a late specializer, data-informed SEO content writer who is constantly hungry for growth. A lifelong learner who is interested in the marriage between creativity and technology.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *