Pengertian Manajemen Logistik: Tujuan, Fungsi, & Sistemnya

Nasikhun A. 13 Mar 2024 4 Menit 1

Manajemen logistik adalah salah satu bagian yang cukup penting dalam pengelolaan bisnis, terutama menyangkut ranah produksi.

Contohnya saja, salah satu fungsi dari manajemen bisnis adalah memastikan cara mengirim barang melalui fasilitas logistik dilakukan secara aman dan pastinya menggunakan prosedur yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.

Supaya tidak salah langkah, berikut kami jelaskan beberapa peran juga fungsi manajemen logistik secara lebih lengkap agar mudah dipahami!

Manajemen logistik adalah

Manajemen logistik secara ringkas dapat dipahami sebagai kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian aliran barang, informasi, serta sumber daya terkait dalam suatu rantai pasok atau supply chain pada sebuah bisnis.

Dengan kata lain, manajemen logistik ini berisi aktivitas logistik suatu bisnis, mulai dari pra (sebelum) produksi hingga distribusi barang.

Nah, tujuan utama dari manajemen logistik sendiri adalah untuk memastikan bahwa barang diproduksi sesuai prosedur, sesuai jumlah yang ditetapkan, tepat waktu, dan dalam kondisi yang benar-benar baik, sehingga, barang tersebut tidak out of stock dan dapat didistribusikan kepada pelanggan sesuai permintaan mereka.

Tentunya dalam proses ini melibatkan peran berbagai fungsi bisnis seperti bagian produksi, pemasaran, pembelian, juga distribusi.

Fungsi Manajemen Logistik

Manajemen logistik adalah

Fungsi manajemen logistik secara umum dapat dibagi menjadi 7 jenis, yakni mulai dari fungsi perencanaan logistik, pengadaan dan pembelian, hingga manajemen informasi logistik.

Berikut ini penjelasan mengenai setiap fungsi manajemen logistik yang dilengkapi dengan gambaran umum pekerjaannya seperti apa.

Fungsi manajemen logistik

1. Perencanaan Logistik

Perencanaan logistik sebenarnya selalu melibatkan persediaan, kapasitas gudang, dan rute transportasi yang efisien, jadi ada gambaran jelas mengenai proses dari hulu hingga hilir.

Pada bagian yang satu ini, manajer logistik bekerja sama dengan tim perencanaan, manajer operasional, dan pemasok untuk mengembangkan strategi logistik yang optimal.

Selain itu, biasanya mereka juga berkolaborasi dengan departemen produksi, penjualan, dan pemasaran guna memperkirakan permintaan dan merencanakan operasi logistik yang efisien.

ADVERTISEMENT

2. Pengadaan dan Pembelian

Bagian pengadaan dan pembelian dalam perusahaan biasanya bertanggung jawab memastikan ketersediaan bahan baku, suku cadang, dan komponen yang dibutuhkan untuk operasional atau proses produksi perusahaan.

Karyawan atau staff dalam bagian procurement nantinya akan selalu berkomunikasi dengan pemasok, melakukan negosiasi kontrak dan harga, serta memantau kualitas produk yang diterima.

Bukan hanya itu saja, mereka juga bekerja dengan tim perencanaan produksi guna menentukan jadwal pengadaan yang sesuai dengan kebutuhan produksi.

ADVERTISEMENT

3. Manajemen Persediaan

Manajemen persediaan melibatkan pengelolaan stok barang agar tetap dalam tingkat optimal. Optimal di sini berarti cukup, tidak lebih dan tidak kurang. Sehingga aktivitas bisnis bisa beroperasi secara normal.

Tim manajemen persediaan (inventory management) berperan dalam memantau persediaan, menghitung tingkat persediaan yang ideal, dan merencanakan siklus pengisian persediaan.

Mereka juga berkolaborasi dengan tim perencanaan produksi, pengadaan, dan penjualan untuk memperkirakan permintaan dan menjaga ketersediaan persediaan yang cukup.

ADVERTISEMENT

4. Pengelolaan Transportasi

Manajemen logistik juga berfungsi mengatur dan mengelola transportasi yang melibatkan pemilihan jenis transportasi yang akan digunakan, perencanaan rute pengiriman yang dianggap paling efisien, dan memantau proses pengiriman.

Tim pengelolaan transportasi pun bekerja sama dengan perusahaan jasa ekspedisi/pengiriman, agen logistik, dan tim pengiriman internal untuk memaksimalkan proses pengiriman barang pada konsumen atau pihak penerima produk.

5. Pergudangan dan Penyimpanan

Fungsi pergudangan dan penyimpanan melibatkan pengelolaan gudang dan sistem penyimpanan barang. Maka dari itu penting untuk mengetahui jenis-jenis gudang berserta kegunaannya.

Tim pergudangan ini umumnya bertugas mengatur tata letak gudang, mengatur metode penyimpanan agar efisien, mengawasi proses penerimaan, pengeluaran, dan yang paling penting adalah penyimpanan barang.

Tugas lainnya yakni bertanggung jawab atas pengawasan persediaan dan pemantauan kondisi barang yang disimpan di gudang.

6. Pengemasan dan Pemromesan Pesanan

Fungsi selanjutnya dari manajemen logistik yaitu memastikan cara packing dan pemrosesan barang dilakukan secara efisien, aman, akurat dan cepat, sehingga tidak akan mengecewakan pelanggan.

Oleh karena itu tim pengemasan dan pemrosesan harus mengatur metode pengemasan yang sesuai dengan jenis barang, mengelola proses pemisahan dan penggabungan barang, serta melakukan pengelolaan dalam repacking barang jika diperlukan.

Tahukah Anda? Tim pengemasan dan pemrosesan pesanan akan berkoordinasi dengan tim penjualan, pelayanan pelanggan, dan gudang untuk memastikan pesanan diproses dengan tepat waktu juga dikemas sesuai prosedur (SOP) sebelum akhirnya dikirim ke pelanggan.

7. Manajemen Informasi Logistik

Fungsi manajemen informasi logistik terdiri dari berbagai kegiatan seperti pengumpulan, pengelolaan, dan pemrosesan data logistik sesuai aktivitas logistik.

Pages: 1 2

Bagikan ke:
Diarsipkan di bawah:
Nasikhun A.
Ditulis oleh

Nasikhun A.

Moch. Nasikhun Amin is a late specializer, data-informed SEO content writer who is constantly hungry for growth. A lifelong learner who is interested in the marriage between creativity and technology.

1 Comments

  1. This article on Logistics Management is quite informative! Understanding its objectives, functions, and systems is essential for effective supply chain management. Thanks for providing such valuable insights into this important aspect of business operations!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *