Cara Membuat Stock Keeping Unit (SKU), Contoh, dan Fungsinya

Hanif 14 Mar 2024 5 Menit 0

Pernahkah terbersit pertanyaan apa itu SKU? Bagi Anda yang sedang mendalami manajemen bisnis atau juga inventory management, pasti pernah menjumpai pertanyaan ini.

Lalu, bagaimana cara membuatnya dan apa fungsinya dalam bisnis? Jangan khawatir, artikel ini akan mengupas tuntas semua yang perlu Anda ketahui tentang SKU.

Baca terus untuk menggali lebih dalam tentang apa itu stock keeping unit dan bagaimana cara membuatnya. Ini bisa menjadi game-changer dalam operasional bisnismu, loh!

Apa Itu Stock Keeping Unit?

Stock Keeping Unit, atau yang lebih dikenal dengan SKU, adalah kode designasi yang digunakan dalam manajemen persediaan untuk mengidentifikasi setiap item persediaan yang berbeda.

Menurut William J. Stevenson, ahli dalam bidang operasi manajemen, SKU adalah “kode alfanumerik yang unik untuk setiap item yang dijual oleh perusahaan, dan biasanya terdiri dari huruf dan angka yang merepresentasikan informasi tentang produk tersebut, seperti jenis, ukuran, warna, dan pabrikan”.

Kode Stock Keeping Unit adalah kode designasi alfanumerik unik yang diberikan kepada sebuah produk sehingga memudahkan pelacakan dan inventarisasi stok dalam sebuah toko, gudang, atau tempat penyimpanan lainnya.

Dengan kata lain, SKU adalah kode unik yang diberikan kepada setiap produk yang berbeda dalam stock barang, sehingga memungkinkan bisnis untuk melacak pergerakan barang mereka dengan lebih efisien dan akurat.

SKU memungkinkan pengecer dan penjual untuk dengan mudah mengidentifikasi produk dalam persediaan, memahami produk mana yang laris manis dan produk mana yang kurang diminati, serta mengoptimalkan manajemen persediaan dan logistik.

Sudah mengerti kan, arti dari stock keeping unit? Jika belum, simak contoh berikut.

Contoh Stock Keeping Unit atau Kode Unik Produk

Misalkan Anda memiliki toko online yang menjual pakaian. Anda memiliki sebuah kaos dengan desain yang sama tapi memiliki tiga ukuran yang berbeda: S, M, dan L, serta dua warna yang berbeda: hitam dan putih.

Dalam kasus ini, Anda akan memiliki enam SKU yang berbeda, misalnya:

Kode SKUArti kode SKU
KAOS-01-S-HTMkaos ukuran S dengan desain 01 warna hitam
KAOS-01-M-HTMkaos ukuran M dengan desain 01 warna hitam
KAOS-01-L-HTMkaos ukuran L dengan desain 01 warna hitam
KAOS-01-S-PTHkaos ukuran S dengan desain 01 warna putih
KAOS-01-M-PTHkaos ukuran M dengan desain 01 warna putih
KAOS-01-L-PTHkaos ukuran L dengan desain 01 warna putih

Itu dia contoh stock keeping unit. Daripada menuliskan deskripsinya secra lengkap, lebih ringkas kalau menggunakan kode SKU, kan?

Selain sebagai label pada packing sehingga mudah dibaca oleh barcode, SKU juga memudahkan untuk berapa banyak kaos yang tersedia dalam setiap ukuran dan warna misalnya ketika melakukan stock opname, serta mengetahui kapan waktunya untuk melakukan restok.

Ada banyak standar SKU yang kerap digunakan, seperti GTIN, ISBN, JAN, EAN, UPC, dan MPN. Simak lebih lanjut untuk mengetahui perbedaanya.

Fungsi Stock Keeping Unit (SKU)

Setelah memahami apa itu SKU, mari kita bahas mengenai fungsi utama dari SKU dalam bisnis. SKU memiliki beberapa fungsi kunci yang sangat penting dalam operasional bisnis, antara lain:

  • Melacak Persediaan
    Fungsi utama SKU adalah untuk melacak jumlah persediaan dalam bisnis. Dengan kode barang ini, perusahaan dapat dengan mudah mengetahui berapa banyak produk yang tersedia, berapa yang sudah terjual, dan berapa yang perlu dipesan kembali.
  • Mengoptimalkan Manajemen Persediaan
    SKU memungkinkan bisnis untuk mengoptimalkan inventory management mereka dengan memahami produk mana yang laris dan produk mana yang kurang diminati. Sehingga perusahaan bisa mengetahui mana yang harus dipromosikan lebih banyak, serta produk apa yang perlu dipesan lebih sedikit.
  • Mempermudah Proses Pemesanan
    Dengan menggunakan SKU, proses pemesanan menjadi lebih mudah dan cepat. Baik penjual maupun pembeli dapat dengan mudah mengidentifikasi produk.
  • Mempercepat Proses Pemenuhan Pesanan
    SKU membantu dalam mempercepat proses pemenuhan pesanan dengan memudahkan staf gudang untuk menemukan lokasi produk yang harus dikirim.
  • Menganalisis Data Penjualan
    Dengan rekam data berdasarkan SKU, perusahaan dapat mengidentifikasi tren penjualan, mengantisipasi permintaan, dan membuat keputusan strategis untuk meningkatkan penjualan.

Setiap bisnis memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga penting untuk memahami bagaimana SKU dapat membantu dalam mengoptimalkan operasional bisnis tersebut.

Terbayang kan kalau SKU bisa memudahkan perhitungan stok, sehingga dapat mencegah overstocking maupun understocking. Oleh karena itu, Stock Keeping Unit adalah kode alfanumerik sebagai designasi produk ini memang begitu penting dalam manajemen stok.

Cara Membuat Stock Keeping Unit (SKU)

Sebenarnya masing-masing produk bisa saja sudah memiliki SKU dari pabrik maupun supplier yang mengikuti standar tertentu.

Misalnya, ada ISBN (International Standard Book Number), UPC (Universal Product Code), EAN (European Article Number), dan JAN (Japanese Article Number). Sementara dari manufaktur, ada yang namanya MPN (Manufacturer Part Numbers).

Menggunakan kode GTIN (Global Trade Item Number) yang sudah tersedia mungkin lebih praktis bagi beberapa penjual.

Cara membuat stock keeping unit (sku), contoh, dan fungsinya 1
Sumber gambar: wphelp. Blog

Namun jika Anda adalah produsen atau memiliki banyak produk dari berbagai jenis, membuat SKU sendiri juga bisa memudahkan inventarisasi.

Membuat SKU yang efektif adalah proses yang memerlukan pemikiran dan perencanaan. Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat SKU:

  1. Memahami Produk
    Sebelum membuat SKU, penting untuk memahami produk yang akan dijual. Tentukan karakteristik produk yang penting seperti ukuran, warna, jenis, dan pabrikan.
  2. Menentukan Format SKU
    Format SKU harus konsisten dan mudah dipahami. Biasanya, SKU terdiri dari huruf dan angka yang merepresentasikan informasi tentang produk. Misalnya, SKU bisa dimulai dengan huruf yang mewakili kategori produk, diikuti oleh angka yang mewakili urutan produk dalam kategori tersebut, dan diakhiri dengan huruf atau angka yang mewakili warna atau ukuran.
  3. Membuat SKU yang Unik
    Pastikan bahwa setiap SKU adalah unik dan tidak pernah digunakan sebelumnya. Hal ini penting untuk menghindari kebingungan dalam pelacakan persediaan.

Cara Membuat Kode SKU di Ms. Excel

Untuk membuat kode SKU dengan Excel, ada beberapa metode dan rumus yang bisa digunakan. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda ikuti:

  1. Tentukan struktur kode SKU
  2. Buat kolom yang diperlukan
  3. Tetapkan nilai untuk setiap komponen
  4. Menggabungkan komponen
    Gunakan rumus Excel untuk menggabungkan komponen dan membuat kode SKU. Ada fungsi seperti CONCATENATE atau operator ampersand (&) untuk menggabungkan nilai dari kolom yang berbeda.
  5. Sesuaikan format kode SKU
    Terapkan opsi pemformatan pada kolom kode SKU untuk memastikan konsistensi dan keterbacaan
    Misalnya gunakan angka nol di depan, pemisah, atau pemformatan lain yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Masing-masing perusahaan bisa saja memiliki aturan tersendiri mengenai kode SKU.

Contoh Pembuatan Stock Keeping Unit di Ms. Excel

Berikut ini adalah contoh daftar kolom dan rumus untuk menghasilkan kode SKU di Excel:
Kolom:

  • Kategori Produk (F)
  • Merek (G)
  • Ukuran (H)
  • Warna (I)

Rumus:

Dengan mengasumsikan kolom-kolomnya adalah C, D, E, dan F, Anda dapat menggunakan fungsi CONCATENATE atau operator ampersand (&) untuk menggabungkan nilai dari setiap kolom untuk membuat kode SKU.

Misalnya, jika Anda ingin kode SKU dalam format “Kategori-Merek-Ukuran-Warna”, Anda dapat menggunakan rumus berikut di kolom E:

Pages: 1 2

Bagikan ke:
Diarsipkan di bawah:
Hanif
Ditulis oleh

Hanif

hi, I'm a SEO content writer with interest on business, entrepreneur, digital marketing, and many more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *