Cara Memulai Bisnis Online dari Rumah [Tanpa Banyak Modal]

Posted on 24 Jun 2020 By Ifan Prasya
ADVERTISEMENT

Sebenarnya, informasi tentang cara memulai bisnis online di internet sudah begitu membludak di luar sana. Namun, seringkali kita kesulitan untuk mulai dari mana.

Karena itu, kami akan memberikan langkah yang lebih praktis dan terarah. Mulai dari menemukan ide produk, membangun brand di sosial media, bergabung di marketplace, membuka toko online sendiri, hingga menjadikannya sebuah bisnis yang serius (sustainable).

Mari kita mulai.

ADVERTISEMENT

Sudah Punya Ide Mau Jualan Apa

Syarat pertama sebelum memulai bisnis online ialah: sudah punya ide produk yang akan ditawarkan kepada calon pelanggan.

Yaps, proses menemukan ide produk juga tidak gampang. Butuh riset yang cukup mendalam, data yang valid, dan kemampuan kita untuk mengolahnya.

Jika disimpulkan dalam langkah sederhana, setidaknya ada 3 tahap yang harus dilalui untuk bisa menemukan produk yang siap dijual:

  1. Menentukan target pasar. Siapa yang akan jadi pembeli dari produk Anda. Apakah dia seorang pria pekerja kantoran, mahasiswa, atau ibu rumah tangga. Tentukan secara spesifik.
  2. Menemukan masalah terbesar mereka. Pergi ke tempat di mana mereka sering berkumpul, seperti forum, grup FB, atau Quora. Lalu, identifikasi masalah terbesar mereka satu per satu.
  3. Memberi solusi praktis. Beri solusi yang bisa langsung dipraktekkan oleh pembeli. Bantu mereka menyelesaikan masalahnya lewat produk yang sudah Anda buat.

Sebagai catatan, proses di atas tentu akan sangat memakan waktu dan butuh kemampuan riset yang presisi. Lalu, apakah ada cara yang lebih mudah dan cepat, tapi tetap efektif?

Tentu ada. Caranya adalah: pergi ke marketplace seperti Shopee, Tokopedia, atau Bukalapak. Lalu buka kategori yang Anda sukai, urutkan produk / toko yang paling laris dan punya banyak review bintang 4+.

Dari sini Anda sudah mendapat ide produk yang laku di pasaran dengan praktis dan cepat.

Namun, cara tersebut punya kekurangan: produk tadi sudah banyak bertebaran di pasaran. Tugas Anda sekarang ialah menggali lagi sisi unik + nilai tambah dari produk yang akan Anda tawarkan.

Kalau Anda sama sekali belum punya ide mau jualan apa, silakan baca panduan tentang ide bisnis online berikut ini:

20 Ide Bisnis Online yang Terbukti Menghasilkan [Prospek Cerah]

Gabung di Marketplace

Cobalah untuk bergabung di marketplace, meski tidak disarankan untuk jangka panjang. Kenapa? Karena marketplace bukan milik kita sepenuhnya, sewaktu-waktu toko bisa ditutup.

Tingkat persaingan di marketplace juga cukup tinggi. Banyak produk yang dipasarkan dengan penawaran yang hampir sama. Pun, brand awareness dari toko kita juga lemah.

Namun tidak masalah. Untuk memulai langkah awal dan mendapatkan pembeli pertama, Anda bisa memilih marketplace sebagai sarana menjual produk.

Menurut iPrice (berdasarkan kuartal ke-2 tahun 2020), berikut daftar marketplace di Indonesia dengan pengunjung paling banyak:

Cara Memulai Bisnis Online, Marketplace Terbaik di Indonesia 2020
(c) iprice.co.id

Marketplace tersebut sudah terbukti paling banyak dicari pelanggan. Baik dari kunjungan lewat app mobile maupun browser. Silakan daftarkan toko Anda maksimal di 2 marketplace supaya bisa handle dengan mudah.

Supaya memudahkan Anda, kami juga telah membuat panduan praktis untuk berjualan online di marketplace Shopee, Tokopedia, Bukalapak, Lazada.

Tips Jualan di Shopee

Program menarik yang diusung Shopee tidak lain adalah Gratis Ongkir XTRA. Anda bisa bergabung secara cuma-cuma, asal memenuhi persyaratan.

Secara keseluruhan, Shopee bagus untuk memulai jualan. Performa toko dengan ulasan bagus dan persentase balas chat baik, membuat produk kita semakin dikenal.

Fitur promosi di Shopee juga lengkap. Ada yang gratis, ada pula yang berbayar. Semua pandua lengkapnya bisa Anda baca di bawah ini.

Panduan Sukses Jualan di Shopee untuk Pemula [Lengkap]

Tips Jualan di Tokopedia

Tokopedia punya fitur jagoan berupa TopAds dan PowerMerchant. Bisa Anda gunakan untuk menaikkan pamor produk di halaman pencarian, sekaligus membangun kepercayaan pelanggan.

Fitur tersebut jadi andalan para seller untuk meningkatkan angka penjualan. Ada juga fitur-fitur lain yang tak bisa disebutkan satu per satu, karena terlalu panjang.

Untuk selengkapnya, Anda bisa baca panduan berjualan di Tokopedia yang sudah kami rangkum, berikut ini.

Panduan Sukses Jualan di Tokopedia untuk Pemula [Lengkap]

Tips Jualan di Bukalapak

Bukalapak bisa menjadi tempat menggelar lapak Anda dengan mudah dan praktis. Bisa dilakukan lewat app maupun PC.

Fitur di Bukalapak juga tak kalah menarik. Selain bisa push produk, juga bisa menargetkan kata kunci. Bahkan, ada fitur tantangan untuk menaikkan level. Jualan layaknya main game.

Penjelasan selengkapnya bisa Anda baca di panduan praktis berikut ini.

Panduan Sukses Jualan di Bukalapak untuk Pemula [Lengkap]

Tips Jualan di Lazada

Untuk Anda yang ingin lebih berkreasi pada halaman produk, Lazada bisa jadi pilihan. Mereka telah memodifikasi fitur untuk memaksimalkan copywriting setiap produk.

Fitur promosi di Lazada juga begitu lengkap. Mulai dari naikkan produk, afiliasi bersponsor, pencarian bersponsor, voucher, bahkan ada juga gratis ongkir.

Semua penjelasan tentang langkah berjualan di Lazada bisa Anda baca di panduan berikut ini.

Panduan Sukses Jualan di Lazada untuk Pemula [Lengkap]

Saran kami, silakan fokus pada 1-2 marketplace terlebih dulu. Besarkan toko, dapatkan penjualan, review positif dari pelanggan; baru bisa mengembangkan ke marketplace lain.

Setelah pemasukan sudah mulai berdatangan, giliran Anda mengembangkan brand di luar sana. Caranya? Scroll terus ya.


Untuk menemukan ratusan diskon, voucher, dan promo belanja dari berbagai marketplace favorit di Indonesia; silakan baca selengkapnya di Promo Belanja Online.


Membangun Brand di Sosial Media

Sosial media bisa kita gunakan untuk membangun brand awareness. Supaya calon pelanggan tau produk kita itu apa, dan bisakah membantu menyelesaikan masalah mereka.

Sebaiknya, Anda tidak jualan langsung (hard selling) di sosial media. Sebab, sosial media akan jauh lebih efektif jika digunakan untuk berkomunikasi langsung dengan calon pelanggan. Alias, sarana pemasaran.

Sedangkan, penjualan lebih efektif dilakukan di marketplace atau toko online (akan dibahas di poin 4).

Mudahnya, cobalah untuk berinteraksi dengan banyak calon pelanggan di sosial media. Lalu, ajak mereka untuk berkunjung ke marketplace / toko online milik Anda.

Ada 2 sosial media yang cukup efektif untuk menunjang bisnis online saat ini, yakni Facebook dan Instagram. Berikut langkah praktis untuk memanfaatkannya.

Strategi Pemasaran di Facebook

Secara teknis, langkah membangun brand di Facebook adalah sebagai berikut:

  1. Buat halaman Facebook.
  2. Tambah foto profil & cover.
  3. Lengkapi info halaman.
  4. Buat username sesuai nama brand.
  5. Tambah tombol call-to-action menuju ke toko online.

Setelah urusan teknis selesai, kini giliran membangun konten post di halaman Facebook. Setidaknya ada 3 kategori konten yang bisa Anda buat:

  1. Edukasi. Konten yang bisa menyelesaikan masalah calon pelanggan.
  2. Quote / Motivasi. Untuk membangun kedekatan emosional.
  3. Promosi. Untuk promosi produk atau toko online.

Komposisi dari konten tersebut bisa bervariasi. Namun yang jelas, konten edukasi tentu sebaiknya jauh lebih banyak. Disusul quote dan motivasi, barulah konten promosi. Kalau diformulasi, bisa pakai rasio 7:2:1.

Untuk lebih jelasnya, silakan baca panduan jualan di Facebook berikut ini:

Cara Jualan di Facebook untuk Pemula agar Cepat Laku

Strategi Pemasaran di Instagram

Secara tipe konten, cara pemasaran di Instagram tidak berbeda jauh dengan pemasaran di Facebook. Yakni, tetap mengandalkan konten edukasi sebagai corong utama untuk menggaet perhatian calon pelanggan.

Salah satu contoh konten edukasi yang paling efektif ialah carousel. Berikut beberapa contohnya:

Contoh #1: Konten carousel dari akun @bynikojulius. Seorang Instagram Expert yang menawarkan produk kursus online untuk membangun akun Instagram secara organik dari nol sampai puluhan ribu followers.

strategi pemasaran instagram
(c) instagram.com

Contoh #2: Konten carousel dari akun @eksekutifcomp. Toko online yang fokus menjual produk laptop premium bekas namun tetap berkualitas.

konten viral instagram
(c) instagram.com

Contoh #3: Konten carousel dari akun @finansialku_com. Perusahaan fintech yang fokus membantu pelanggan untuk mengelola keuangan personal.

bisnis online, konten karousel instagram
(c) instagram.com

Yaps. Sebegitu efektifnya konten jenis carousel yang edukatif ini, sampai banyak sekali pelaku usaha yang mempraktekkannya. Dan sudah terbukti berhasil.

Namun, tidak berhenti sampai di situ. Ada beberapa teknik lain yang bisa meningkatkan brand awareness toko online Anda di Instagram.

Salah satu contoh paling simpel ialah dengan mengadakan give away. Teknik ini memungkinkan calon pelanggan dapat mengetahui brand Anda. Selain itu, juga bisa menggunakan paid promote atau endorse.

Cara lainnya yang tak kalah efektif ialah dengan memanfaatkan IG Ads. Fitur beriklan dari Instagram, kita bisa atur audiens sedemikian rupa, mulai dari lokasi, usia, gender, sampai kesukaan mereka apa.

Untuk tau lebih jauh tentang cara jualan di Instagram, silakan baca panduan berikut ini:

Cara Jualan di Instagram untuk Pemula agar Laris Manis

OK, kita coba rangkum lagi ya. Ide sudah ketemu, penjualan di marketplace sudah mulai ada, audiens di sosial media sudah mulai berdatangan.

Selanjutnya apa? Scroll terus ya.

Mulai Membangun Toko Online Sendiri

Untuk membangun bisnis online jangka panjang, membuat toko online sangatlah disarankan. Karena Anda bisa mengelolanya sendiri dan 100% jadi milik Anda.

Menurut Niagahoster, keuntungan yang Anda dapatkan ketika membangun toko online adalah:

  • Bisa mendesain website sesuai karakter brand
  • Brand awareness jauh lebih tinggi dibanding jualan di marketplace
  • Punya kendali penuh terhadap seluruh data toko maupun pelanggan
  • Mudah diiklankan melalui Google Ads

Untuk membuatnya kira-kira berikut ini hal teknis yang harus diperhatikan.

Domain & Hosting

Domain: alamat toko Anda di internet. Biasanya berakhiran .com, .net, .co.id, .id, dan lainnya. Harga sewa mulai dari Rp100 ribu per tahun.

Hosting: tempat menyimpan data website Anda di internet. Beberapa jenis hosting yang paling populer: shared (berbagi, seperti kost-kostan), VPS (sendiri, seperti kontrakan). Harga sewa mulai dari Rp70 ribu per bulan.

WordPress

Merupakan layanan untuk mengelola situs web mulai dari membuat halaman beranda, produk, kebijakan, sampai konten blog untuk kebutuhan content marketing. Juga, untuk mengatur tampilan keseluruhan website.

Sejauh ini bisa digunakan gratis. Cukup dengan meng-install-nya di cPanel Hosting yang telah dipesan sebelumnya. Sudah banyak tutorial yang ada di YouTube atau blog, jadi tak perlu bingung ya.

Themes

Merupakan tema / tampilan yang muncul ketika situs web Anda diakses oleh pelanggan. Banyak themes khusus untuk toko online yang gratis, juga berbayar.

Atau yang paling mudah, Anda tinggal memakai theme yang sudah tersedia lengkap di direktori WordPress. Silakan pergi ke Dasbor, klik Tampilan, lalu pilih Tema. Silakan pilh mana yang Anda suka.

Pakai WooCommerce

Nah, untuk mempermudah pengelolaan toko online, kita bisa menggunakan Plugin WooCommerce. Plugin itu sendiri adalah alat tambahan yang ada di WordPress.

Dengan plugin ini, Anda bisa mengatur halaman Beranda, Produk, Checkout, Konfirmasi Pembayaran, dan banyak halaman untuk kebutuhan toko online lainnya.

Lalu, apa lagi? Setelah mengatur halaman-halaman tadi, termasuk foto produk dan sebagainya, kini saatnya untuk membuat sistem jadi lebih praktis dan terkontrol.

Yakni dengan menyediakan fitur hitung ongkos kirim, konfirmasi pembayaran (+reminder supaya konsumen tidak lupa), mengirim resi kepada pelanggan, sampai melayani refund secara otomatis.

OK, sekarang kita review lagi. Semuanya sudah lengkap. Ide produk, marketplace, sosial media, sampai toko online. Kini saatnya kita beralih ke strategi lanjut agar bisnis kita berkembang jauh lebih besar.

Jadikan Sebuah Bisnis yang Sustainable

Untuk bisa sustain dalam jangka panjang, dibutuhkan lebih dari sekadar aktivitas jualan / berdagang. Lebih dari itu, kita sudah sepatutnya untuk memandang hal ini sebagai sebuah bisnis online yang serius.

Mengutip penjelasan dari PanduanIM, bahwa setidaknya ada 6 langkah yang harus dilalui oleh pelanggan supaya bisnis kita bisa berkembang. Lihat gambar di bawah.

marketing funnel untuk bisnis online
(c) panduanim.com

Penjelasan dari istilah di atas adalah sebagai berikut:

  1. Awareness: Kustomer mengetahui produk Anda
  2. Interest: Mereka tertarik mencari tau lebih jauh
  3. Consideration: Mereka mencoba produk Anda
  4. Purchase: Mereka membeli produk Anda
  5. Retention: Mereka membeli lagi dan jadi pelanggan loyal
  6. Advocacy: Mereka suka rela merekomendasikan produk Anda ke teman, keluarga, dan orang-orang di sekitarnya

Jadi, fokusnya bukan lagi menjual, tetapi memastikan pelanggan merasa puas dengan produk dan layanan Anda. Dari step ke-1 sampai ke-6.

Nah, beberapa hal berikut ini bisa menunjang bisnis Anda untuk bisa sustain dan mampu membawa pelanggan menjadi loyal.

SEO (Search Engine Optimization)

Merupakan strategi untuk menaikkan reputasi situs web Anda sehingga mampu tampil di halaman pertama Google ketika pengunjung mengetik kata kunci yang mereka cari.

Bila toko online Anda ada di halaman pertama, peluang untuk mendapatkan traffic / pengunjung potensial jadi semakin besar. Pengunjung inilah yang nantinya kita pandu untuk menjadi pelanggan loyal.

Mudahnya, SEO dipakai untuk mendapat pengunjung tak terbatas dari mesin pencari Google.

Konsep dasarnya begini. Kita tau bahwa Google merupakan mesin pencari nomor satu dunia. Bisnis mereka tentu menginginkan pengguna merasa puas dengan layanan mereka.

Ketika pengguna mencari informasi tentang A, maka hasilnya A. Harus relevan. Google tidak mau kalau pengguna mendapat informasi yang tidak nyambung & asal-asalan.

Nah, dari sini bisa kita lihat, bahwa dasar SEO itu adalah menjadi yang terbaik untuk pengguna. Terbaik dalam hal apa saja? Menurut PanduanIM, aspek yang perlu diperhatikan (secara konsep) adalah sebagai berikut:

  1. Konten (kaya informasi, menjawab kebutuhan, bisa menyelesaikan masalah pengguna)
  2. Struktur website dan kemudahan navigasi pengguna
  3. Pengalaman pengguna saat mengakses website (UI/UX)
  4. Popularitas website (dibuktikan dengan reputasi dan apa kata pemilik website lain)

Secara teknis, SEO mencakup sedikitnya tentang: Riset kata kunci (+persaingan), On-page, Off-page.

Content Marketing

Masih ingat tentang 6 langkah kustomer jadi pelanggan loyal? Yaps, langkah pertama ialah awareness.

Salah satu metode paling efektif untuk meningkatkan awareness (selain iklan) ialah content marketing. Content marketing merupakan proses produksi konten yang dibutuhkan target pasar kemudian mendistribusikannya kepada mereka.

Di bagian branding sosial media Instagram, sudah dibahas tentang konten carousel yang sifatnya edukatif.

Nah, konten tersebut juga termasuk ke dalam content marketing. Selain konten edukatif, juga ada konten transaksional seperti “jual (nama produk)” “beli (nama produk)” “(nama produk) murah” dan sebagainya.

Intinya adalah, menyediakan konten yang menjawab masalah target pasar, kemudian memberi tahu mereka tentang konten tersebut. Tujuannya untuk meningkatkan awareness supaya masuk ke dalam marketing funnel tadi.

List Building & Email Marketing

Secara sederhana, list building merupakan kegiatan mengumpulkan database berupa email pelanggan. Sedangkan, email marketing merupakan kegiatan pemasaran melalui email yang sudah dikumpulkan.

Kenapa harus email?

Simpelnya, karena hampir semua orang di internet memiliki email. Entah untuk mendaftar akun Google, Facebook, Instagram, Twitter, forum, dan apapun itu; mereka membutuhkan email untuk mendaftar.

Dan tidak sedikit pula dari mereka yang tiap hari mengecek email masuk. Entah untuk urusan pekerjaan, kuliah, atau berkomunikasi dengan kolega.

Bahkan, grafik konversi penjualan lewat email masih jadi yang tertinggi, menurut SaleCycle.com seperti berikut:

roi email marketing

Karena itu, email marketing sangatlah tepat untuk diterapkan dalam bisnis online.


Selesai!

Sebuah penjelasan yang mungkin menurut Anda cukup panjang. Dan, melelahkan. Tapi tak apa, karena begitulah prosesnya.

Membangun bisnis online tidak cukup sekadar menjual saja. Tetapi juga tentang bagaimana menggali masalah terbesar calon pelanggan, lalu memberikan solusi praktis lewat produk yang dihasilkan.

Tips praktis di atas mungkin akan terasa cukup sulit apabila dipraktekkan sekaligus secara bersamaan. Kuncinya ialah fokus satu per satu dari tahap pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya.

Kalau ada penjelasan yang belum dimengerti, boleh Anda sampaikan lewat kolom komentar. Terus belajar, semoga berhasil ya!

ADVERTISEMENT
`
Author
WRITTEN BY

Ifan Prasya

Terampil dalam menyajikan konten unggulan yang renyah & gurih untuk mendapatkan peringkat yang baik di halaman pertama Google.
ADVERTISEMENT

Related Post

Cara Menerima Paket Barang JNE, Mudah Kok!

20 Dec 2019 BY Nisa Husnainna

Cara Menerima Paket Barang JNE – Selama ini, kebanyakan pengguna JNE mengira bahwa cara menerima paket barang JNE yaitu hanya dengan menunggu sampai kurir mengantarkan barangnya ke rumah. Akibatnya, kita …

Cara Jualan di Facebook untuk Pemula agar Cepat Laku

26 Jun 2020 BY Ifan Prasya

Kalau Anda baru mulai usaha, punya produk, dan ingin segera mendapatkan pembeli; maka panduan cara jualan di Facebook ini cocok untuk Anda baca sampai akhir. Kami telah merangkum penjelasan yang …

Daftar Kantor dan Agen JNE Tangerang Lengkap

16 Mar 2020 BY Nisa Husnainna

Daftar Kantor dan Agen JNE Tangerang Lengkap – Kota Tangerang yang terletak di Provinsi Banten telah memiliki puluhan Kantor dan Agen JNE yang siap membantu kamu. Layanan ekspedisi paling terkenal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *