Apakah Menerima Paket Luar Negri Harus Bayar? Awas Penipuan!

Ayu Triworo 03 Jan 2022 5 Menit 0

Kalau beli barang dari marketplace asing seperti eBay atau Alibaba, mau tidak mau harus kirim barang dari negara lain ke Indonesia. Lalu, apakah menerima paket dari luar negri harus bayar?

Prosedur dan syarat kirim/terima barang dari dan keluar negri tentu beda dengan pengiriman dalam negri. Ada bea cukai yang wajib dibayar meskipun biaya pengiriman dari ecommerce 0 Rupiah.

Paket luar negeri juga tidak dikirim langsung ke rumah, melainkan ambil sendiri di kantor POS. Nah, biar tidak bingung lagi pas belanja online di marketplace internasional, mending ketahui dulu serba serbi pengiriman paket luar negri di artikel berikut.

Artikel Sebelumnya: Apa Itu Drop Point pada Shopee & J&T Express? Arti & Cara Kerjanya

Apakah Menerima Paket dari Luar Negri harus Bayar?

Pengiriman barang dari luar negeri masuk ke Indonesia disebut impor. Aktivitas impor memiliki bea cukai yang mewajibkan setiap penerimanya membayar Pungutan Dalam Rangka Impor (PDRI). Lebih populer dengan istilah pajak impor.

Pajak Impor inilah yang membuat kamu harus bayar saat menerima paket dari luar negeri. Walaupun waktu checkout, biaya pengirimannya tertulis gratis.

Hal ini merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK 199/PMK.10/2019, bahwa semua barang kiriman luar negri yang harganya di atas $3 akan dikenai Pungutan Dalam Rangka Impor (pajak), berlaku sejak 30 Januari 2020.

Jadi, kalau menerima paket atau mengirim paket dari luar negri memang harus membayar biaya tambahan alias pajak. Khususnya untuk barang yang nilainya di atas $3.

Jumlah pajak yang dibebankan di setiap paket bervariasi, informasi selengkapnya ada di bawah ini.

Tarif Pajak Pengiriman Luar Negeri

Jumlah besaran pajak pengiriman luar negeri bervariasi, menyesuaikan nilai bebas bea masuk atas barang kiriman. Yaitu sebesar USD3 dari yang sebelumnya USD75.

Umumnya besaran pajak berkisar antara 15% sampai 30%. Namun untuk beberapa kasus besaran pajak bisa mencapai maksimal 45%. Dan untuk barang kiriman senilai atau kurang dari $3 terbebas dari pajak cukai, hanya dikenai PPN 10%.

Berikut rincian ketentuan pajak impor luar negeri sesuai aturan PMK 199/2019:

  1. Pengiriman barang impor <$3 atau senilai Rp 43.500, tidak dikenakan bea masuk, tetapi berlaku PPN 10%.
  2. Barang impor senilai >$3 sampai $1500 per kiriman, dikenakan Bea Masuk sebesar 7,5% + PPN 10%.
  3. Barang impor >$1500 per pengiriman, dikenakan Bea Masuk + PPN + PDRI. Penerima paket juga wajib melaporkan PIB (Pemberitahuan Impor Barang) ke pihak Cukai untuk menentukan tarif pajak yang wajib dibayar.

Selain berpatokan pada aturan di atas, pengiriman barang impor juga memiliki aturan lain khususnya pada produk tertentu, seperti fashion, sepatu dan tekstil.

Berikut rincian Tarif Bea Masuk produk sepatu, tas, dan garmen untuk pengiriman luar negri ke Indonesia:

  1. Tas khusus sebesar 15% hingga 20%.
  2. Sepatu khusus sebesar 25%-30%.
  3. Produk Tekstil sebesar 15%-25%.
  4. Plus PPN 10%.
  5. Ditambah PPh 7,5% sampai 10% sesuai Pasal Impor nomor 22.

Sesuai aturan di atas, pengiriman barang impor berupa sepatu, tas, dan produk garmen dengan nilai >$3 akan dikenai pajak masing-masing sebagai berikut:

  • Tas = 15% hingga 20% plus PPN 10% & PPh 7.5%-10%.
  • Sepatu = 25%-30% plus PPN 10% & PPh 7.5%-10%.
  • Tekstil = 15%-25% plus PPN 10% & PPh 7.5%-10%.
  • Barang khusus berupa Buku Ilmu Pengetahuin = 0% alias tanpa pungutan pajak.

Ohya, selain karena dasar aturan di atas, perbedaan tarif pajak juga dipengaruhi oleh beberapa hal lain.

Untuk lebih jelasnya, kamu bisa lihat rinciannya di ulasan berikut ini.

Faktor yang Mempengaruhi Biaya Pajak

Kamu pasti sempat bingung kok nilai besaran pajak bisa beda-beda. Walaupun mungkin beratnya sama. Ini umum terjadi karena ada faktor-faltor lain yang mempengaruhi tarif pajak.

Berikut sejumlah faktor yang menentukan besar kecilnya pajak impor:

  • Nilai total barang kiriman yang dihitung dalam dollar (USD).
  • Jenis barang (untuk produk sepatu, tas, tekstil dan garmen pajaknya berbeda).
  • Berat dan ukuran barang.
  • Jarak atau lokasi negara.
  • Menggunakan jaminan / garansi.

Berbeda dengan pengiriman lokal yang patokannya cuma dari berat/volume paket saja. Pada pengiriman luar negeri jenis barang juga diperhatikan.

Contohnya, meskipun berat paket sama-sama 1 kg tetapi jika jenisnya beda; misal yang satu sepatu dan yang satu buku, tarif pajaknya juga pasti berbeda.

Halaman Selanjutnya
Hal ini disebabkan biaya cukai...

Pages: 1 2

Bagikan ke:
Diarsipkan di bawah:
Ayu Triworo
Ditulis oleh

Ayu Triworo

Be bold & strong through what you say and share ~

Leave a Reply

Your email address will not be published.