ADVERTISEMENT

Piutang Adalah: Definisi, Ciri-Ciri, Jenis & Contohnya dalam Akuntansi

Posted on 9 Mei 2022 By Ayu Triworo
ADVERTISEMENT

Piutang adalah salah satu istilah dalam akuntansi yang mengacu pada aktivitas pemberian pinjaman berupa uang, barang atau jasa oleh seseorang / perusahaan kepada pihak lain. Beberapa dari kalian mungkin agak sedikit bingung membedakan istilah tersebut dengan hutang.

Apakah kedua istilah hutang piutang ini sama? Tentu saja tidak. Meskipun memiliki keterkaitan, tapi arti dari istilah tersebut sangat berbeda, bahkan berlawanan.

Nah, supaya Anda tidak bingung ketika melakukan transaksi utang piutang, yuk simak ulasan mengenai utang, piutang dan contohnya, jenis serta perbedannya di artikel berikut.

ADVERTISEMENT

Piutang Apa Artinya?

Piutang diartikan sebagai uang, barang atau jasa yang dipinjamkan kepada orang lain yang nantinya akan ditagih oleh si peminjam. Pinjaman dalam piutang biasanya dilakukan secara kredit dengan pembayaran jangka waktu tertentu.

Secara umum, piutang kerap terjadi di perusahaan dan lebih dikenal dengan sebutan Account Receiveable atau AR. AR sendiri merupakan istilah untuk transaksi penagihan kepada konsumen perusahaan yang sudah berhutang.

Namun, saat ini piutang semakin melebar dan tidak hanya merambah dunia bisnis / perusahaan saja. Piutang banyak ditemukan juga pada transaksi perseorangan, piutang dagang dan berbagai transaksi keuangan lainnya. Bahkan, baru-baru ini piutang juga muncul sebagai salah satu istilah dalam online shop

Untuk lebih jelasnya, simak definisi piutang menurut KBBI dan berbagai pakar di bawah ini.

Definisi Piutang

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, piutang berarti tagihan uang milik seseorang/perusahaan kepada pihak lain yang wajib dilunasi paling lama 1 tahun sejak keluarnya tanggal tagihan.

ADVERTISEMENT

Jadi, bisa diartikan bahwa piutang merupakan hak milik perusahaan atau seseorang yang masih berada di tangan pihak lain. Hak tersebut bisa berupa pinjaman uang atau penjualan barang/jasa yang belum dibayarkan.

Berikut definisi piutang menurut para ahli:

  • Enny Pudjiastuti

Piutang adalah proses penjualan barang yang dilakukan secara kredit.

  • Horne

Piutang mencakup sejumlah pinjaman uang yang diberikan oleh perusahaan ke konsumen untuk membeli barang/jasa secara kredit.

  • Martono dan Harjito

Piutang merupakan sebuah tagihan pembayaran atas pembelian barang oleh pelanggan / pembeli yang membeli produk di perusahaan tersebut.

  • Soemarso

Piutang yaitu sebuah kebiasaan perusahaan untuk memberikan kemudahan bagi konsumen saat melakukan pembelian barang. Kelonggaran yang dimaksud berupa izin untuk melakukan pembayaran di akhir atau membeli barang dengan membayar kemudian.

Dari beberapa definisi di atas, mungkin Anda sudah agak mengerti maksud dari tagihan piutang. Piutang merupakan hak pembayaran milik perusahaan atau seseorang atas jasa atau barang yang sudah diberikan oleh perusahaan.

ADVERTISEMENT

Bagi perusahaan, piutang merupakan aset lancar sehingga harus jelas pembayaran, saldo piutang, kartu piutang serta tanggal jatuh temponya.

Contoh Piutang

Setelah membahas definisinya, selanjutnya akan kita ulas sedikit mengenai piutang adalah dan contohnya.

Contoh piutang dapat Anda lihat melalui ilustrasi berikut ini:

Misalnya, PT X menjual 1000 set komputer kepada Universitas Y seharga Rp 500 juta, namun uang pembayarannya baru akan diberikan pada akhir tahun.

Pada contoh kasus ini, piutang merupakan uang hasil penjualan komputer sebesar Rp 500 juta. Uang tersebut adalah hak PT X namun masih belum dilunasi oleh Universitas Y sebagai pelanggan.

Dalam hal ini, piutang adalah benefit atau keuntungan penjualan komputer, namun uangnya masih dipegang oleh pelanggan. Jadi, kesimpulannya PT X akan menerima uang sebesar Rp 500 juta di akhir tahun.

Tapi, karena belum sampai jangka waktu yang sudah disepakati, Universitas Y masih menyimpan uang tersebut. Maka, uang sebesar Rp 500 juta inilah yang disebut piutang milik PT X.

ADVERTISEMENT

Selain contoh di atas, Anda juga bisa mendapati contoh piutang yang terjadi secara kredit dalam transaksi marketplace. Salah satunya adalah penggunaan fitur SPayLater atau Beli Sekarang Bayar Nanti di Shopee.

Dalam kasus tersebut, PT Shopee memiliki piutang dari konsumen yang membeli barang dengan fitur SPayLater yang biasanya wajib dibayarkan dengan tenggat dan jumlah tertentu.

Selain Shopee PayLater, ada juga beberapa fitur yang menawarkan sistem serupa, seperti Tokopedia PayLater dan GoPayLater.

Ciri-Ciri Piutang

Setelah melihat beberapa contoh piutang di atas, ada baiknya Anda juga mengetahui seperti apa ciri-ciri piutang.

Berikut beberapa hal yang menjadi ciri utama piutang:

  • Mempunyai Tenggat Waktu (Tanggal Jatuh Tempo)

Sebagai aset lancar, piutang memiliki tenggat waktu pembayaran yang sudah disepakati antara pihak yang mempunyai hutang (debitur) dan pemberi pinjaman (kreditur).

Kesepakatan mengenai tanggal jatuh tempo harus jelas untuk menjaga stabilnya arus kas milik perusahaan.

  • Mempunyai Nilai Jatuh Tempo

Selain tanggal, piutang juga memilik nilai jatuh tempo. Nilai jatuh tempo merupakan akumulasi dari nilai transaksi + nilai bunga yang wajib dibayar pada tanggal jatuh tempo.

Biasanya, piutang menggunakan sistem kredit dimana ada biaya tambahan (bunga) selain biaya transaksi utama. Pemberlakuan bunga ini merupakan kompensasi dari kelonggaran yang diberikan perusahaan melalui pembayaran dengan tempo.

  • Berpotensi Memiliki Bunga

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, piutang terjadi karena pembeli melakukan pembayaran dengan tempo. Sehingga, muncullah sistem kredit yang di dalamnya bisa berpotensi adanya bunga (penambahan biaya).

Besaran bunga berbeda-beda menyesuaikan kesepakatan dan aturan yang berlaku di masing-masing perusahaan.

  • Ada Konsekuensi Jika Telat Bayar

Ciri piutang selanjutnya adalah adanya resiko jika telat melakukan pembayaran. Piutang merupakan aspek penentu kelancaran aset perusahaan. Sehingga, perusahaan akan memberlakukan sanksi apabila pihak debitur telat membayar.

Konsekuensi bisa bermacam-macam. Biasanya yang paling sering perusahaan akan memberlakukan denda. Konsekuensi lainnya dapat berupa blacklist atau bahkan mengajukan laporan ke pihak berwajib.

Perbedaan Hutang dan Piutang

Sebagian orang sering salah kaprah mengenai istilah utang piutang. Banyak yang mengaburkan istilah piutang dengan hutang, padahal keduanya mengandung makna yang berbeda, bahkan berlawanan.

Secara sederhana, perbedaan hutang piutang dapat dilihat jelas melalui definisi masing-masing.

Dalam KBBI, istilah hutang berarti uang yang dipinjam dari pihak lain. Hutang atau utang adalah kewajiban untuk membayarkan sejumlah uang kepada pemberi hutang (kreditur). Hutang adalah hak orang lain yang ada pada kita, sedangkan piutang memiliki makna sebaliknya. 

Piutang merupakan kebalikan dari hutang. Piutang merupakan tagihan yang diperoleh dari pihak lain. Artinya, piutang adalah hak kita yang belum dibayarkan oleh perusahaan atau orang lain.

Dalam praktiknya, ada beberapa perbedaan utama antara hutang dan piutang.

1. Perbedaan Aktivitas

Piutang mengacu pada aktivitas memberikan pinjaman hutang, sementara hutang merupakan aktivitas meminjam.

2. Istilah Pelaku

Masing-masing hutang dan piutang memiliki istilah sendiri. Pemilik piutang atau pihak yang meminjamkan hutang disebut sebagai kreditur.

Sedangkan pihak yang menerima pinjaman (yang berhutang) disebut sebagai debitur.

3. Beda Nilai

Aktivitas hutang biasanya lebih dominan memiliki nilai negatif karena pergerakan uang pasif. Sementara piutang lebih bernilai positif karena merupakan dana yang disimpan. Selain itu, piutang bisa menjadi salah satu aset lancar yang dapat menghasilkan nilai.

4. Kegunaan

Piutang masuk dalam kategori aktiva lancar, yaitu dapat dicairkan ke dalam bentuk uang kas/tunai.

5. Hak Kepemilikan

Hutang adalah hak milik orang lain yang ada pada kita. Sementara piutang merupakan hak milik kita yang belum dibayar oleh pihak lain.

6. Aturan

Piutang biasanya lebih sering digunakan di kalangan bisnis/perusahaan sehingga memiliki peraturan yang lebih ketat dari hutang. Peraturan yang dimaksud mencakup tenggat waktu, bunga, dan berbagai aturan lain yang wajib dipatuhi kedua pihak.

7. Jenis Bunga

Dalam piutang, ada istilah piutang bunga yang berasal dari pinjaman yang diberikan oleh pihak/perusahaan. Piutang bunga ini menjadi hak perusahaan yang memberi pinjaman.

Sementara hutang ada istilah beban bunga yang akan dibebankan kepada si pembayar. Bunga tersebut merupakan balas jasa untuk si pemberi hutang.

Jenis Piutang

Secara umum, jenis piutang diklasifikasikan dalam 2 macam, yaitu piutang dagang dan piutang non dagang seperti berikut:

1. Piutang Dagang

Piutang dagang adalah jenis piutang yang sifatnya tidak menjamin, biasanya mempunyai tempo pembayaran pendek, sekitar 30 hingga 90 hari. Ada 2 contoh piutang dagang, yaitu piutang usaha dan wesel tagih. 

  • Piutang Dagang

Piutang usaha merupakan pinjaman dari pembelian dengan sistem kredit. Piutang ini muncul dari penjualan barang atau jasa yang ada di perusahaan.

Tempo pembayaran piutang usaha biasanya berkisar antara 30 sampai 60 hari dan umumnya menjadi piutang terbesar yang ada di perusahaan.

  • Wesel Tagih

Wesel Tagih merupakan surat formal yang dikeluarkan untuk mengukur hutang. Tempo pembayaran tagihan piutang jenis ini biasanya lebih lama, yaitu sekitar 60-90 hari bahkan lebih.

Selain memiliki tenggat waktu lebih lama, wesel tagih biasanya memiliki bunga. Baik piutang usaha maupun wesel tagih muncul akibat adanya transaksi penjualan atau biasa dikenal dengan istilah trade account. 

2. Piutang Non Dagang

Piutang jenis lain yang tidak termasuk dalam 2 jenis di atas merupakan piutang bukan dagang. Umumnya, piutang bukan dagang berasal dari kegiatan di luar operasional perusahaan. Oleh sebab itu, piutang ini memiliki klasifikasi dan laporan yang terpisah dari neraca.

Beberapa contoh piutang non dagang diantaranya:

  • Penjualan dokumen berharga.
  • Penjualan kepemilikan selain produk/jasa.
  • Pembayaran di awal pembelian.
  • Penyetoran saham.
  • Uang muka milik pemegang saham, pejabat, karyawan atau partner afiliasi.
  • Setoran muka untuk jaminan kontrak.
  • Tuntutan atas kerugian atau kerusakan produk.
  • Setoran untuk direktur dan keperluan umum lainnya.

Penutup

Demikian pembahasan mengenai definisi, contoh, ciri dan jenis piutang. Piutang adalah salah satu aspek penting yang wajib dikelola dengan baik agar bermanfaat bagi bisnis dan perusahaan.

Untuk itu, apabila Anda adalah pemilik atau pengelola sebuah perusahaan wajib memahami  hutang dan piutang agar dapat mengelolanya dengan baik. 

Jika kebetulan perusahaan Anda butuh partner ekspedisi, Anda bisa gunakan fitur di bawah ini untuk mengelola pengiriman agar lebih praktis dan mudah:

Sekian, semoga artikel ini bermanfaat. Sampai jumpa di artikel kami lainnya. Terima kasih.

Author
WRITTEN BY

Ayu Triworo

Be bold & strong through what you say and share ~
ADVERTISEMENT

Related Post

Info Lengkap Proses Pengiriman Paket Pos Indonesia

5 Feb 2020 BY Nisa Husnainna

Info Lengkap Proses Pengiriman Paket Pos Indonesia – Mengirimkan barang ke seluruh wilayah di negeri ini merupakan hal yang sudah biasa dilakukan di zaman sekarang. Pengiriman barang ke dalam maupun …

Daftar Alamat Kantor Sicepat Garut Hingga No Telepon & Jam Buka

14 Feb 2022 BY Ayu Triworo

Artikel ini menyajikan informasi tentang kantor SiCepat Garut dan sekitarnya.  Termasuk juga wilayah Leles, Regol, Cibatu hingga Karangpawitan. Selain alamat kantor pusat dan agen, kami juga telah merangkum informasi rinci …

Cara Riset Keyword Mudah Untuk Dapat Halaman Pertama Google

17 Feb 2021 BY Mufti Syawaludin

Kata kunci sangat berperan penting untuk kualiatas konten dan mendapatkan ranking di mesin pencari, untuk itu perluanya mengetahui cara riset keyword yang baik dan benar. Oleh karena itu, pada kesempatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *