Safety Stock: Pengertian, Manfaat, dan Cara Menghitungnya

Hanif 03 May 2024 5 Menit 0

Dengan variabel-variabel di atas, kita bisa menggunakan rumus berikut:

Safety Stock=(D×LT)+(Z×√(D×DD2)+(LT2×DLT2)​)

Di mana Z adalah nilai Z dari distribusi normal yang berkaitan dengan tingkat pelayanan yang diinginkan. Semakin tinggi tingkat pelayanan yang diinginkan, semakin besar nilai Z-nya.

ADVERTISEMENT

3.4. Contoh Perhitungan Safety Stock dengan distribusi normal/Z

Misalkan sebuah toko online memiliki data sebagai berikut:

  • Rata-rata permintaan (D) = 50 unit per hari
  • Waktu pemenuhan standar (LT) = 5 hari
  • Deviasi permintaan (DD) = 10 unit
  • Deviasi waktu pemenuhan (DLT) = 2 hari
  • Nilai Z untuk tingkat pelayanan 95% = 1,645
  • Maka, Safety Stock-nya adalah:
Safety stock adalah - contoh perhitungan

Jadi, toko online tersebut idealnya harus memiliki safety stock sekitar 510 unit untuk memastikan tingkat pelayanan sebesar 95%.

Terlihat yumit ya? Nah, tapi ada beberapa faktor lain yang perlu kita pertimbangkan dalam menentukan besar safety stock.

4. Faktor yang Mempengaruhi Safety Stock

Perlu Anda ketahui bahwa banyak faktor eksternal yang bisa mempengaruhi besarnya safety stock yang Anda butuhkan, seperti:

4.1. Fluktuasi Permintaan

Semakin besar fluktuasi permintaan, semakin besar pula safety stock yang Anda butuhkan. Misalnya, jika suatu produk tiba-tiba menjadi tren dan permintaannya melonjak, Anda perlu memiliki safety stock yang lebih besar.

ADVERTISEMENT

4.2. Ketidakpastian Pasokan

Supplier mana pun bisa mengalami gangguan, mulai dari masalah produksi hingga bencana alam. Semakin tidak stabil pasokan dari supplier, semakin besar safety stock yang diperlukan.

ADVERTISEMENT

4.3. Durasi Siklus Pemesanan

Lama waktu antara pesanan yang satu dengan yang lainnya juga mempengaruhi besaran safety stock. Semakin lama siklus pemesanan, biasanya semakin besar pula safety stock yang diperlukan.

ADVERTISEMENT

4.4. Tingkat Pelayanan yang Diinginkan

Ini berkaitan dengan tingkat kepuasan pelanggan. Jika Anda ingin memastikan bahwa hampir selalu ada stok ketika pelanggan memesan (misalnya, tingkat pelayanan 99%), maka Anda akan memerlukan safety stock yang lebih besar.

4.5. Biaya Penyimpanan vs. Biaya Kehabisan Stok

Perlu dipertimbangkan trade-off antara biaya menyimpan barang di gudang dan potensi biaya yang muncul ketika barang habis dan kita kehilangan penjualan.

4.6. Perubahan Musiman

Ada produk yang permintaannya meningkat di musim-musim tertentu, seperti jaket di musim dingin atau kipas angin di musim panas. Prediksi dan penyesuaian terhadap perubahan musiman ini penting dalam menentukan safety stock.

4.7. Durasi Pengiriman

Jika supplier biasanya memerlukan waktu yang lama untuk mengirim barang, atau jika ada variasi besar dalam waktu pengiriman, Anda mungkin perlu mempertimbangkan untuk meningkatkan safety stock.

Memahami dan mempertimbangkan faktor-faktor di atas penting agar Anda dapat menentukan besaran safety stock yang paling optimal. Setiap bisnis akan memiliki kebutuhan dan tantangan uniknya, sehingga penting untuk menyesuaikan perhitungan dengan kondisi riil bisnis Anda

Dengan begitu, Anda bisa memastikan bahwa Anda selalu siap untuk melayani pelanggan tanpa harus menanggung beban biaya yang tidak perlu untuk menyimpan barang di gudang. Sebuah keseimbangan yang, well, just right! 😉📦

Akhir Kata

Safety stock bukan sekadar konsep teoritis yang dibahas di kelas atau buku teks; ini adalah instrumen vital dalam manajemen persediaan yang memastikan kelancaran operasi bisnis dan kepuasan pelanggan.

Sayangnya Anda belum membahas safety stock dan reorder point kali ini, simak terus untuk pembahasan selanjutnya!

Ingatlah, dalam bisnis, sebagaimana dalam kehidupan, kesiapan adalah kunci. Dan dengan memahami bagaimana menentukan safety stock yang tepat, Anda bisa memastikan bahwa Anda selalu siap sedia, come rain or shine. Jadi, tetap kritis, terus belajar, dan selalu siapkan diri Anda untuk tantangan berikutnya!


Baca juga artikel menarik seputar Ekspedisi & Logistik di pluginongkoskirim.com yang terkait dengan logistik atau artikel lainnya dari Mufid Hanif. Untuk informasi lebih lanjut atau kebutuhan lainnya, Anda bisa menghubungi kami melalui support@tonjoo.com


Sumber

Safety Stock: Pengertian, Rumus, Cara Menghitung, Contoh – https://investbro.id/safety-stock/

Pages: 1 2Lihat Semua

Bagikan ke:
Diarsipkan di bawah:
Hanif
Ditulis oleh

Hanif

hi, I'm a SEO content writer with interest on business, entrepreneur, digital marketing, and many more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *